Kemenkeu Tarik Utang Baru Rp305,5 Triliun Per April 2026

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Kementerian Keuangan melaporkan penarikan utang baru sebesar Rp305,5 triliun hingga April 2026 demi mendanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz pada Rabu (20/5/2026).

Realisasi pembiayaan tersebut setara dengan 36,7 persen dari keseluruhan target APBN sepanjang tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp832,2 triliun.

Selain penarikan utang, pemerintah merealisasikan pembiayaan non-utang senilai Rp7 triliun atau 4,9 persen dari target total sebesar Rp143,1 triliun.

"Dengan demikian, pembiayaan utang dikurangi pembiayaan non-utang membuat total pembiayaan anggaran menjadi Rp298,5 triliun atau 43,3% terhadap target total pembiayaan anggaran yang sebesar Rp689,1 triliun," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Akumulasi pemenuhan pembiayaan anggaran sejak Januari hingga April tersebut mengalami pertumbuhan sekitar 6,2 persen jika disandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp281,2 triliun.

"Perlu dicatat, karena kita cukup kredibel, kita tidak ada kesulitan untuk mengerjakan syarat utang," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (19/5/2026).

Di sisi lain, posisi defisit APBN menyusut menjadi Rp164,4 triliun atau 0,64 persen terhadap produk domestik bruto, setelah sebelumnya bertengger di angka Rp240,1 triliun atau 0,93 persen dari PDB pada Maret lalu.

Penyusutan defisit ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan negara yang menyentuh Rp918,4 triliun atau naik 13,3 persen secara tahunan, dengan sokongan utama dari sektor perpajakan sebesar Rp746,9 triliun.