Jemaah Haji Asal Indonesia Pakai Aksesori Unik untuk Penanda Kelompok

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Sejumlah jemaah haji asal Indonesia menggunakan berbagai atribut unik sebagai identitas kelompok saat berada di Madinah, Arab Saudi, Minggu (9/5/2026). Langkah ini diambil guna mempermudah proses identifikasi sesama anggota rombongan di tengah kerumunan massa yang sangat padat.

Penggunaan identitas khusus ini terlihat pada rombongan asal Lamongan, Jawa Timur, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 34 Surabaya (SUB). Dilansir dari Cahaya, para jemaah wanita memasang bros mawar merah berukuran besar pada jilbab atau topi mereka sejak keberangkatan dari embarkasi.

Siti Fatimah, salah satu jemaah asal Lamongan, menjelaskan bahwa pemasangan bunga tersebut bertujuan agar para anggota tetap saling mengenali meski dalam jarak yang cukup jauh.

"Supaya dari jauh pun bisa tahu bahwa ini teman (kelompok) saya," katanya, Minggu (9/5/2026).

Fatimah juga menambahkan bahwa kepadatan jemaah dari berbagai negara di Tanah Suci menjadi tantangan tersendiri untuk tetap berkumpul dengan rekan satu kloter.

"Jadi kami pun akhirnya memakai bunga mawar ini," katanya.

Skema penandaan ini terbagi berdasarkan jenis kelamin, di mana jemaah pria di kloter tersebut menggunakan kain slayer sebagai pembeda. Sementara itu, jemaah dari kloter 10 Yogyakarta (YIA) memilih menggunakan penutup kepala tradisional berupa blangkon.

Ketua rombongan jemaah asal Yogyakarta, Syaban Nuroni, menyatakan bahwa penggunaan blangkon tidak hanya berfungsi sebagai alat navigasi kelompok, tetapi juga mengemban misi budaya.

"Kami sekaligus memperkenalkan busana jawa, blangkon ke seluruh dunia," katanya.

Berdasarkan keterangan Syaban, penggunaan atribut daerah ini bukan merupakan hal baru bagi rombongan dari wilayahnya.

"Sampai sekarang masih kita pertahankan," imbuh dia.