Jangan Asal Ngopi, 5 Kebiasaan Ini Bisa Ganggu Kesehatan

Sedang Trending 20 jam yang lalu
Jakarta -

Kebiasaan minum kopi bisa berdampak baik atau buruk bagi kesehatan. Jika ingin mendapat manfaat baik, ahli ungkap sejumlah kebiasaan minum kopi yang perlu dihindari.

Penggemar kopi biasanya sudah punya kebiasaan atau rutinitas tersendiri saat minum kopi, seperti racikan hingga waktu minumnya. Namun, perlu diingat bahwa kebiasaan minum kopi bisa memengaruhi kesehatan, baik dalam lingkup positif maupun negatif.

Efek tersebut bergantung pada jumlah konsumsi dan sensitivitas tubuh masing-masing. Jika racikan dan waktu minumnya tepat, maka bisa membantu meningkatkan energi dan fokus serta mendukung kesehatan mental.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebaliknya, jika kopi diracik dengan takaran yang tidak tepat dan di waktu yang salah, kopi bisa memicu gangguan pencernaan, kecemasan, insomnia, hingga risiko kesehatan lainnya.

Beberapa kesalahan umum mengonsumsi kopi juga dapat mengganggu energi, tidur, membuat tubuh dehidrasi, hingga menganggu kesehatan secara keseluruhan. Melakukan beberapa perubahan kecil pada rutinitas minum kopi bisa membantu memastikan kamu mendapat manfaat kesehatan maksimal.

Lantas, kebiasaan apa saja yang perlu dihindari saat minum kopi? Dilansir dari health.co, (30/1), berikut daftarnya!

1. Minum kopi jelang sore

minum kopiMinum kopi menjelang sore hari bukanlah kebiasaan yang baik. Foto: Getty Images/iStockphoto/stock_colors

Beberapa orang gemar minum kopi di sore hari untuk meningkatkan energi dan menghilangkan rasa kantuk. Sayangnya, kebiasaan ini tidak bagus untuk kesehatan.

Minum kopi terlalu larut di siang atau sore hari bisa memengaruhi jam tidur dan mengganggu kemampuanmu untuk memiliki kualitas tidur yang baik. Hal ini disebabkan karena efek kafein sebagai stimulan alami dalam kopi yang bisa memengaruhi sistem saraf pusat dan dapat berlangsung selama beberapa jam.

Penelitian yang disebutkan Health.com menunjukkan bahwa minum kopi hingga enam jam sebelum tidur dapat mengganggu kualitas tidur. Jadi, disarankan untuk berhenti minum kopi setidaknya enam jam sebelum tidur untuk mendukung kualitas tidur optimal.

Melissa Prest, DCN, RDN dari Academy of Nutrition and Dietetics juga menyarankan jika ingin minum kopi setelah pukul 14.00, lebih baik beralih ke kopi decaf.

2. Minum kopi tanpa disaring

French press coffeeFrench press coffee menghasilkan kopi yang tidak disaring dan jika dikonsumsi terlalu sering bisa membahayakan. Foto: Getty Images/iStockphoto/microgen

Konsumsi kopi tanpa disaring secara teratur, seperti French press atau kopi Turki juga tidak bagus untuk kesehatan. Jenis-jenis kopi tersebut bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat .

Kopi ini mengandung kadar diterpen yang lebih tinggi, khususnya kahweol dan cafestol yang dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol jahat dalam darah. Kadar kolesterol LDL yang tinggi terbukti bisa meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.

Ampas kopi yang tertelan juga bisa memicu iritasi lambung dan sistem pencernaan yang menimbulkan gesekan fisik, rasa perih, hingga peradangan. Ahli Mellisa menyarankan untuk memilih jenis kopi drip cofffe yang dibuat menggunakann filter kertas.

3. Minum kopi pagi hari

Kebiasaan minum kopi di pagi hari juga perlu dihindari, terutama jika kopi diminum tepat setelah bangun tidur. Kebiasaan ini bisa menganggu adenosin, neutransmitter yang memengaruhi ritme sirkadian tubuh (jam internal 24 jam tubuh) dan siklus tidur-bangun.

Untuk mengatasi efek ini, cobalah minum secangkir kopi pertama 60 hingga 90 menit setelah bangun. Sebelum itu, kamu bisa minum air putih terlebih dahulu, berjemur, dan lakukan sedikit peregangan agar tubuh bangun secara alami.

4. Terlalu banyak pakai pemanis

Apa Benar Gula dan Krimer Pengaruhi Kafein Kopi? Ini Penjelasannya!Kopi yang terlalu banyak ditambah pemanis juga bisa berefek buruk bagi kesehatan. Foto: Getty Images

Menambah terlalu banyak gula atau pemanis ke dalam kopi bisa meningkatkan kadar gula total hingga risiko tekanan darah tinggi. Hal tersebut akhirnya bisa memicu penyakit kronis, seperti jantung, kanker, dan diabetes.

Konsumsi gula berlebihan juga bisa memperburuk gejala kondisi kesehatan mental. Jika dikonsumsi terlalu sering, gula yang merangsang otak mengeluarkan hormon dopamin ini bisa menyebabkan adiksi atau ketagihan.

Pemanis, terutama yang buatan juga bisa memicu iritasi usus, yang berisiko menyebabkan perut kembung, mulas, hingga diare.

Penelitian yang disebutkan situs health,com juga mengungkap bahwa konsumsi gula tambahan dalam jumlah berlebihan bisa berkontribusi pada penambahan berat badan dan meningkatkan risiko obesitas.

Jika ingin minum kopi yang manis, kamu bisa mempertimbangkan menambah sedikit pemanis alami, seperti madu, sirup kurma, sirup maple,atau stevia.

5. Menjadikan kopi sebagai pengganti makanan

Sebagian orang menjadikan kopi sebagai pengganti makan, baik untuk keperluan diet atau memang preferensi pribadi. Kopi mungkin dikaitkan dengan penurunan berat badan dan pengurangan total lemak tubuh, tetapi kopi tidak mengandung cukup nutrisi untuk dikonsumsi sebagai pengganti makanan.

Mengganti makanan ke kopi juga bisa memicu masalah asam lambung, terutama jika perut kosong. Kopi bersifat asam dan dapat meningkatkan produksi asam lambung serta memicu iritasi, maag atau gerd.

Untuk mendapatkan manfaat kopi, nikmatilah setelah makan. Pilihan ini juga bagus untuk metabolisme dan pengendalian gula darah lebih baik.

Simak Video "Anjuran Kopi dan Teh Tak Dikonsumsi saat Sahur"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)