Iran Tolak Lanjutkan Negosiasi dengan AS Usai Perundingan Gagal Capai Kesepakatan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Pemerintah Iran dikabarkan tidak berencana melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Keputusan ini diambil menyusul putaran pertama perundingan yang berjalan mandek dan gagal mencapai kesepakatan pada Minggu (12/4/2026).

Seorang sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran menyampaikan kepada kantor berita Fars bahwa Teheran bersikeras agar AS menyetujui seluruh tuntutan mereka. Sumber tersebut menambahkan bahwa tidak ada rencana untuk putaran negosiasi selanjutnya.

"Iran tidak terburu-buru, dan sampai AS menyetujui kesepakatan yang wajar, tidak akan ada perubahan status Selat Hormuz," ujar sumber yang berafiliasi dengan pemerintah tersebut, seperti dikutip CNN Indonesia.

Perundingan damai antara AS dan Iran yang digelar sejak Sabtu (11/4) di Islamabad, Pakistan, tidak membuahkan hasil. Wakil Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran menolak tuntutan AS, termasuk penyetopan seluruh program nuklir Teheran.

Vance, Wakil Presiden AS, mempertanyakan komitmen fundamental Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dalam jangka panjang. Ia mengaku belum melihat komitmen tersebut, meskipun berharap akan terwujud di kemudian hari.

Vance juga menilai hasil negosiasi ini sebagai "kabar buruk" bagi Iran. Sebelumnya, sebelum gencatan senjata berlaku pada Rabu (8/4), Presiden AS Donald Trump sempat mengancam akan menghapus "seluruh peradaban Iran" jika Teheran tidak menyetujui kesepakatan.

Meski demikian, pada Sabtu (11/4), Trump menyatakan tidak peduli dengan hasil negosiasi tersebut. Menurutnya, AS telah "menang" terlepas dari tercapai atau tidaknya kesepakatan.

"Apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, itu tidak berpengaruh bagi saya," kata Trump.

Setelah negosiasi mandek, Vance dan para delegasi AS kembali ke Washington. Situasi ini meninggalkan pertanyaan terbuka mengenai nasib gencatan senjata antara kedua negara.

Wakil Presiden Iran Ataollah Mohajerani justru menyampaikan kepada Fars bahwa mandeknya negosiasi merupakan "kabar yang lebih buruk bagi Amerika Serikat." Ia menambahkan bahwa AS berupaya mencapai melalui meja perundingan apa yang gagal mereka peroleh di medan perang.

Tanpa komitmen Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, pasokan energi global diperkirakan akan terus terganggu. Iran sebelumnya telah menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali mereka, dan kapal-kapal yang ingin melintas wajib membayar biaya transit.