Pemerintah Iran belum juga melakukan prosesi pemakaman bagi mantan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei meskipun sudah lebih dari tujuh minggu berlalu sejak kematiannya akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026.
Dilansir dari Detikcom melalui laporan NDTV dan Hindustan Times pada Senin (20/4/2026), Teheran hingga saat ini belum menentukan lokasi pemakaman resmi. Kondisi ini diduga terjadi karena fokus pemerintahan yang kini dipimpin Mojtaba Khamenei tersita untuk menangkal ancaman eksistensial dari pasukan musuh.
Behnam Taleblu dari Yayasan untuk Pembelaan Demokrasi menjelaskan kepada New York Post bahwa rezim baru tersebut berada dalam posisi yang lemah. Ia menilai ketakutan akan serangan udara Israel dan potensi protes nasionalis menjadi penghalang utama penyelenggaraan seremoni.
"Sederhananya, rezim terlalu takut dan terlalu lemah untuk mengambil risiko," kata Taleblu dalam analisisnya.
Analisis tersebut menyoroti perbedaan situasi dibandingkan saat pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini tahun 1989 yang dihadiri jutaan orang. Taleblu mencatat bahwa ketidakmampuan menggelar acara serupa saat ini mencerminkan kondisi internal Republik Islam yang sedang terdesak.
"Republik Islam suka berbicara besar soal menguasai jalanan, tetapi pemadaman internet selama 50 hari memberitahu Anda semua yang perlu Anda ketahui. Rezim takut akan konsekuensi jika kebenaran terungkap," sebutnya.
Hingga saat ini, sosok Mojtaba Khamenei selaku pemimpin baru juga belum muncul di hadapan publik sejak kematian ayahnya. Padahal, pada awal Maret lalu, kantor berita Fars News sempat melaporkan bahwa jenazah Khamenei direncanakan akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, yang lokasinya jauh dari jangkauan Israel.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·