Catatan sejarah pertemuan kedua tim memang masih berpihak pada Oman. Dari enam laga yang pernah dimainkan, Indonesia hanya mampu meraih dua kemenangan dengan satu hasil imbang dan tiga kekalahan. Yang lebih berat lagi, tiga pertemuan terakhir semuanya berakhir dengan kekalahan Indonesia, mulai dari 0-1 pada 2007, 1-2 pada 2010, hingga 1-3 pada 2021.
Tren negatif itulah yang kini menjadi motivasi berlipat bagi Herdman dan pasukannya. Kemenangan malam ini tidak hanya akan memutus catatan buruk tersebut, tetapi juga berpotensi mendongkrak peringkat FIFA Indonesia secara signifikan mengingat Oman berada jauh di atas Garuda dalam daftar peringkat dunia.
Meski Oman unggul di peringkat FIFA, Indonesia datang dengan kedalaman skuad yang tidak bisa dianggap remeh. Sejumlah pemain diaspora yang berkarier di liga-liga top Eropa menjadi modal utama Herdman malam ini, meski harus berjalan tanpa Jay Idzes yang absen akibat cedera.
Nama-nama seperti Maarten Paes dari Ajax, Calvin Verdonk dari Lille, Emil Audero dari Cremonese, Kevin Diks dari Borussia Mönchengladbach, hingga Elkan Baggott dari Ipswich Town yang musim depan akan berlaga di Premier League, siap bahu membahu membawa Indonesia meraih hasil yang sudah terlalu lama ditunggu-tunggu. Dukungan puluhan ribu suporter di SUGBK menjadi amunisi tambahan yang tidak ternilai harganya bagi Garuda malam ini.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·