India Dominasi Pengguna ChatGPT Images 2.0 di Seluruh Dunia

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

OpenAI mengumumkan pada Kamis bahwa India menjadi basis pengguna terbesar untuk ChatGPT Images 2.0 sejak peluncuran resminya pekan lalu. Peningkatan penggunaan ini didorong oleh fitur pembuatan visual kompleks dan teks akurat dalam berbagai bahasa daerah seperti Hindi dan Bengali.

Data dari Sensor Tower yang dilansir TechCrunch menunjukkan unduhan aplikasi ChatGPT di India mencapai 5 juta kali selama pekan peluncuran. Sebagai perbandingan, jumlah unduhan di Amerika Serikat tercatat sekitar 2 juta pada periode yang sama, meskipun pertumbuhan mingguan di India masih tergolong moderat sebesar 3,4 persen.

Tren penggunaan di India menunjukkan kecenderungan untuk ekspresi diri, seperti mengubah foto menjadi potret gaya studio, avatar, hingga papan suasana busana. OpenAI mencatat bahwa pengguna di negara tersebut juga memanfaatkan alat ini untuk restorasi foto lama dan pembuatan kolase potret sinematik.

Di luar India, pasar negara berkembang lainnya seperti Pakistan, Vietnam, dan Indonesia mencatat lonjakan unduhan aplikasi hingga 79 persen secara mingguan. Namun, data Similarweb menunjukkan lalu lintas web global ChatGPT hanya tumbuh tipis sekitar 1,6 persen selama periode peluncuran tersebut.

Selain fungsi estetika, pemutakhiran model GPT Image 2 fokus pada penyelesaian masalah teknis seperti kepatuhan perintah dan rendering teks multibahasa. Alat ini dirancang untuk mendukung alur kerja profesional melalui kontrol gaya yang lebih konsisten dan output siap pakai dalam resolusi 2K.

Muncul pula tren unik di media sosial di mana pengguna meminta AI membuat gambar dengan gaya MS Paint yang sederhana dan kasar. Tren ini dipopulerkan oleh seorang pengguna Threads asal Korea dengan akun @withgrdnrush yang membagikan hasil gambar coretan dari foto asli.

"The Most Trivial Prompt in the World," tulis @withgrdnrush, Pengguna Threads.

Karya tersebut memicu reaksi luas di platform lain seperti X, di mana pengguna mencoba meniru gaya gambar berkualitas rendah menggunakan teknologi pusat data yang besar. Akun @arrakis_ai kemudian menyebarkan instruksi khusus untuk menghasilkan gambar yang tampak seperti dibuat menggunakan tetikus (mouse).

"Redraw the attached image in the most clumsy, scribbly, and utterly pathetic way possible. Use a white background, and make it look like it was drawn in MS Paint with a mouse. It should be vaguely similar but also not really, kind of matching but also off in a confusing, awkward way, with that low-quality pixel-by-pixel feel that really emphasizes how ridiculously bad it is. Actually, you know what, whatever, just draw it however you want." tulis @arrakis_ai, Pengguna X.

Meskipun tren ini populer, analis menilai fenomena tersebut tidak akan memicu kontroversi hak cipta seperti kasus gaya Studio Ghibli sebelumnya. Hingga saat ini, OpenAI terus bersaing ketat dengan model Nano Banana milik Google yang juga memiliki basis pengguna kuat di wilayah Asia Selatan.