Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada level 7.160 dengan kenaikan 68,32 poin atau 0,96 persen pada perdagangan Rabu (6/5/2026) pukul 9.01 WIB. Dilansir dari Bloombergtechnoz, lonjakan ini terjadi di tengah optimisme pasar terhadap data pertumbuhan ekonomi nasional yang melampaui ekspektasi.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan volume transaksi mencapai 3,62 miliar saham dengan nilai Rp2,05 triliun dari 259.265 kali frekuensi. Tercatat sebanyak 382 saham mengalami penguatan harga, sementara 145 saham melemah dan 185 saham lainnya stagnan.
BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan laju indeks untuk perdagangan Kamis (7/5/2026) akan ditopang oleh membaiknya sentimen global akibat penurunan harga minyak dunia. Situasi ini dipicu oleh harapan tercapainya kesepakatan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang meredakan kekhawatiran pasar.
"Pergerakan IHSG diperkirakan cenderung terbatas karena sudah mendekati area resistance pasca rebound. Support berada di kisaran 6.920–7.000, sementara resistance di area 7.100–7.160," mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.
Analis juga menyoroti pentingnya mencermati perkembangan geopolitik serta fluktuasi nilai tukar rupiah menjelang rilis data cadangan devisa pekan ini. Beberapa saham yang menjadi pilihan utama untuk perdagangan hari ini antara lain ESSA, ENRG, dan KOTA.
Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa potensi kesepakatan damai AS-Iran terkait moratorium pengayaan nuklir menjadi pendorong utama minat beli investor. Meski demikian, Presiden AS Donald Trump sempat memberikan sinyal ketidakpastian mengenai kesediaan Iran menyetujui proposal tersebut.
"Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 7.150–7.200," mengutip paparan Phintraco.
Secara teknikal, posisi IHSG yang ditutup di atas MA-5 memberikan sinyal positif bagi pergerakan indeks ke depan. Pihak Phintraco merekomendasikan sejumlah saham pilihan seperti HRTA, PSAB, OASA, TOBA, dan ESSA.
CGS International Sekuritas Indonesia memprediksi penguatan Bursa Wall Street dan kenaikan harga komoditas mineral logam akan memberi dampak positif bagi pasar domestik. Kenaikan harga timah, emas, dan tembaga dipandang sebagai stimulus tambahan bagi indeks.
"IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 7.030–6.970 dan resistance 7.155–7.215," tulis riset CGS International.
Namun, investor tetap perlu waspada terhadap potensi aksi jual oleh investor asing yang masih berlanjut. Saham pilihan dari CGS International meliputi ESSA, HRTA, BRMS, ARCI, ANTM, dan AMRT.
Panin Sekuritas juga memproyeksikan tren hijau pada perdagangan hari ini didorong oleh penurunan yield obligasi global yang menunjukkan perbaikan premi risiko. Harapan akan stabilitas geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi faktor kunci bagi kepercayaan investor.
"Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat," mengutip Panin Sekuritas.
Bursa saat ini memantau saham-saham seperti TINS, EMAS, dan KLBF yang direkomendasikan oleh Panin Sekuritas untuk sesi perdagangan berjalan.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·