IHSG Melemah ke Level 7.528 pada Pembukaan Perdagangan Rabu

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (22/4/2026) pagi dengan kehilangan 31,03 poin atau turun 0,41 persen ke level 7.528. Dilansir dari Bloombergtechnoz, pergerakan ini dipengaruhi oleh keputusan MSCI yang membekukan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan upaya penguatan mulai terlihat setelah 10 menit perdagangan berlangsung hingga mencapai posisi 7.560. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp1,8 triliun dengan volume 4,94 miliar saham, di mana 336 saham menguat dan 194 saham mengalami pelemahan.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan bahwa sentimen negatif muncul karena MSCI tetap mempertahankan status pasar tanpa melakukan rebalancing. Meski demikian, posisi pasar modal Indonesia dipastikan tidak turun ke kategori pasar perbatasan atau frontier market.

"Saat ini, kami memproyeksikan potensi rebound jika harga mampu bertahan di atas area gap sebagai support di 7.500 dan menuju resistance selanjutnya pada 7.700," mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.

Faktor lain yang menjadi perhatian pasar adalah ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjelang berakhirnya masa gencatan senjata. Investor juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,75 persen.

Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa MSCI masih mengevaluasi efektivitas kebijakan baru di Indonesia, termasuk transparansi data kepemilikan dan batas minimum free float 15 persen. Terdapat pula potensi penghapusan saham tertentu yang masuk kategori konsentrasi kepemilikan saham tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

"IHSG sudah menutup gap down di 7.527 dan masih bertahan di atas level 7.500. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 7.500–7.650," mengutip paparan Phintraco.

CGS International Sekuritas Indonesia mencatat adanya pengaruh dari pelemahan bursa Wall Street dan ketidakpastian global sebagai sentimen penekan. Namun, aksi beli bersih oleh investor asing dan kenaikan harga komoditas dinilai dapat memberikan dorongan positif bagi indeks saham domestik.

"IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 7.495–7.430 dan resistance 7.625–7.690," tulis riset CGS International.

Panin Sekuritas memproyeksikan indeks masih akan berada di zona merah akibat kenaikan premi risiko secara global. Kondisi ini dipicu oleh naiknya harga minyak dunia serta peningkatan yield obligasi global yang sedang berlangsung.

"Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah," mengutip Panin Sekuritas.