Harga logam mulia batangan Antam, UBS, dan Galeri 24 mencatatkan penurunan signifikan pada Jumat (24/4/2026). Berdasarkan pantauan harga pasar domestik hari ini, harga emas batangan berada di level Rp2.805.000 per gram, mengalami koreksi sebesar Rp25.000 dibandingkan periode sebelumnya.
Tren penurunan ini telah berlangsung secara akumulatif sejak sepekan terakhir. Sejak 16 April 2026, harga logam mulia tercatat sudah merosot sebanyak Rp83.000 per gram dari posisi awal yang sempat menyentuh angka Rp2.888.000.
Data dari berbagai gerai ritel menunjukkan bahwa penurunan harga harian rata-rata berkisar antara 0,85 persen hingga 0,90 persen untuk berbagai ukuran berat. Hal ini menjadi perhatian serius bagi para investor yang sedang mempertimbangkan strategi investasi logam mulia di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.
Kondisi pasar hari ini sangat kontras jika dibandingkan dengan data bulan lalu. Pada 23 Maret lalu atau bertepatan dengan momen H+2 Lebaran, harga logam mulia sempat stabil di kisaran Rp2.920.000 hingga Rp2.933.000 per gram.
Penurunan harga ini juga berdampak langsung pada nilai jual kembali atau buyback. Konsumen yang ingin menjual kembali koleksi emasnya kini hanya akan menerima harga sekitar Rp2.610.000 per gram, atau turun Rp30.000 dari harga buyback sebelumnya.
Faktor Penyebab Tekanan Harga Emas
Analis pasar modal, Ariston Tjendra, menjelaskan bahwa pergerakan harga emas saat ini sangat dipengaruhi oleh kondisi geopolitik internasional. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memanas telah mengganggu pasokan minyak mentah dunia dan memicu kekhawatiran inflasi.
Menurut Ariston Tjendra, para investor saat ini cenderung beralih ke aset aman atau safe haven berupa dolar AS daripada emas. Penguatan mata uang dolar AS secara otomatis memberikan tekanan terhadap harga komoditas global, termasuk emas batangan.
Selain faktor geopolitik, kebijakan suku bunga dan dinamika pasar global menjadi pemicu utama fluktuasi ini. Pertanyaan dari masyarakat seperti "kenapa harga emas turun hari ini?" terjawab oleh pergeseran aset investasi besar-besaran ke mata uang dolar.
"Proyeksi level terendah penurunan harga logam mulia kemungkinan besar berada di angka Rp2,75 juta per gram. Sangat sulit bagi harga untuk turun di bawah Rp2 juta karena pelemahan rupiah yang terus berlanjut di atas level Rp17.300 per dolar AS," ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat Pasar Uang.Rincian Harga Logam Mulia Hari Ini
Bagi Anda yang berencana melakukan transaksi, berikut adalah rincian estimasi harga emas batangan berdasarkan ukuran berat yang berlaku di pasar hari ini:
| 0,5 Gram | Rp1.455.000 | Rp1.430.000 |
| 1 Gram | Rp2.805.000 | Rp2.785.000 |
| 5 Gram | Rp13.820.000 | Rp13.700.000 |
| 10 Gram | Rp27.550.000 | Rp27.350.000 |
| 50 Gram | Rp137.200.000 | Rp136.500.000 |
Selain emas batangan, masyarakat juga banyak mencari informasi mengenai cara menghitung harga perhiasan berdasarkan karat. Nilai konversi perhiasan sangat ditentukan oleh kadar kemurniannya, mulai dari 5k (20,8%) hingga 24k (99,9%).
Pelemahan nilai tukar rupiah yang saat ini berada di posisi atas Rp17.300 per dolar AS justru menjadi faktor penahan harga domestik. Jika rupiah menguat, ada potensi harga emas di dalam negeri bisa merosot lebih dalam mengikuti tren harga emas dunia.
Bagi pemula yang bertanya "apakah aman beli emas saat rupiah melemah?", para ahli menyarankan untuk tetap memperhatikan diversifikasi portofolio. Meskipun harga sedang turun, emas tetap dianggap sebagai pelindung nilai kekayaan dalam jangka panjang.
Informasi ini bukan saran investasi. Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari penyedia layanan keuangan.Hingga berita ini diturunkan, aktivitas perdagangan di gerai emas fisik dan pegadaian terpantau masih berjalan normal. Pelaku pasar masih menunggu rilis data ekonomi Amerika Serikat terbaru yang diperkirakan akan memberikan arah baru bagi prediksi harga emas tahun 2026 ke depannya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·