Harga Emas Dunia Melemah akibat Ketidakpastian Bunga dan Inflasi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Nilai emas global mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Senin (27/4/2026) waktu setempat akibat tekanan inflasi dari konflik Timur Tengah serta ketidakjelasan arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia. Penurunan ini terjadi saat pasar mencermati gangguan jalur distribusi energi di Selat Hormuz.

Dilansir dari Money yang mengutip Reuters, harga emas spot terkoreksi sebesar 0,6 persen menjadi 4.682,13 dollar AS per ons. Pada saat yang sama, emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Juni merosot 1 persen hingga menyentuh level 4.693,70 dollar AS per ons.

Kondisi pasar komoditas ini dipengaruhi oleh kebuntuan diplomasi dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Hal tersebut memicu kenaikan harga minyak mentah karena ancaman penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital perdagangan energi dunia.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, memberikan pandangannya terkait keraguan pasar terhadap stabilitas di jalur pelayaran internasional tersebut.

"Yang kita lihat sekarang adalah pasar masih meragukan bahwa kesepakatan kuat untuk membuka kembali Selat Hormuz akan segera tercapai. Ini menjadi masalah bagi emas dan perak," ujar Melek.

Meskipun upaya mediasi oleh Pakistan terus berjalan untuk menjembatani hubungan Washington dan Teheran, ketidakpastian tetap tinggi. Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah membatalkan perjalanan utusannya dan menyatakan pihak Iran dapat menghubungi AS jika menginginkan kesepakatan.

Situasi ini berdampak langsung pada harga minyak Brent yang melonjak ke level tertinggi dalam tiga pekan. Kenaikan biaya energi memperkuat kekhawatiran inflasi global yang secara teori negatif bagi aset emas karena kebijakan suku bunga tinggi tetap dipertahankan.

"Dengan inflasi yang masih dua kali lebih tinggi dari target, akan sangat sulit bagi bank sentral AS untuk memangkas suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, dan itu negatif bagi emas," kata Melek.

Fokus investor kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve (The Fed) pekan ini yang dijadwalkan mengumumkan pernyataan moneter pada Rabu mendatang. Pertemuan ini disebut berpotensi menjadi rapat terakhir bagi Jerome Powell dalam kapasitasnya sebagai Ketua The Fed.

Logam mulia lainnya juga terpantau mengikuti tren penurunan pada periode perdagangan yang sama. Perak spot turun 0,5 persen ke 75,26 dollar AS, platinum melemah 1,1 persen ke 1.989,13 dollar AS, dan paladium terkontraksi 1,3 persen menjadi 1.476,58 dollar AS per ons.