Nilai jual logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Pegadaian mengalami penurunan pada sesi perdagangan akhir pekan ini. Seperti dikutip dari Money, harga emas batangan tersebut kini bertengger di angka Rp 2.870.000 per gram.
Nominal itu menunjukkan penurunan sebesar Rp 15.000 jika disandingkan dengan perdagangan hari Kamis (4/6/2026) yang sempat mencapai Rp 2.885.000 per gram. Penurunan ini memengaruhi seluruh sektor ukuran yang tersedia.
Berdasarkan data teranyar dari situs resmi Galeri 24 Pegadaian, nilai pembelian kembali atau buyback juga merosot. Untuk ukuran 1 gram, harga buyback kini berada pada level Rp 2.577.000, setelah berkurang Rp 5.000 dari hari sebelumnya yang tercatat Rp 2.582.000.
Pada ukuran yang lebih mini, emas Antam seberat 0,5 gram dilego dengan harga Rp 1.488.000, sedangkan biaya buyback dipatok Rp 1.288.000. Masing-masing angka tersebut mengalami koreksi sebesar Rp 7.000 dan Rp 3.000 dari posisi sebelumnya.
Untuk pecahan yang lebih besar, emas Antam ukuran 2 gram dihargai Rp 5.677.000 dengan nilai buyback Rp 5.154.000. Sementara itu, varian 3 gram dijual pada angka Rp 8.489.000 dengan nilai buyback sebesar Rp 7.731.000.
Pada kelompok menengah, ukuran 5 gram dipatok Rp 14.113.000 dengan nilai buyback mencapai Rp 12.885.000. Selanjutnya, ukuran 10 gram berada pada angka Rp 28.169.000 dengan ketentuan buyback sebesar Rp 25.770.000.
Pihak Pegadaian mengonfirmasi bahwa persediaan untuk emas Antam dengan berat kemasan besar, mulai dari ukuran 250 gram, 500 gram, hingga 1.000 gram, masih belum tersedia pada perdagangan hari ini.
| 1.488.000 | 1.288.000 | 2.870.000 |
| 2.577.000 | 5.677.000 | 5.154.000 |
| 8.489.000 | 7.731.000 | 14.113.000 |
| 12.885.000 | 28.169.000 | 25.770.000 |
| 70.291.000 | 64.109.000 | 140.499.000 |
| 128.218.000 | 280.917.000 | 256.437.000 |
Perkembangan Harga Emas dan Perak Global
Di pasar internasional, komoditas emas bergerak ke level 4.454,10 dollar AS per ons pada sesi perdagangan Jumat (5/6/2026) pagi. Aset safe haven ini menguat sebesar 20,79 poin bila dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada sesi sebelumnya.
Kendati menunjukkan penguatan harian, performa emas global secara akumulatif masih mencatatkan rapor merah. Logam mulia ini terkoreksi sebesar 0,46 persen dalam jangka waktu sepekan terakhir dan jatuh hingga 4,83 persen dalam sebulan.
Kenaikan tipis pada perdagangan pagi dipicu oleh munculnya sentimen positif dari hubungan Amerika Serikat dan Iran. Pasar melihat adanya potensi jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan politik dan membuka kembali rute energi vital di Selat Hormuz.
Presiden AS, Donald Trump mengutarakan bahwa proses negosiasi perdamaian tersebut kini tengah menuju fase akhir. Dirinya dikabarkan enggan menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik bersenjata berskala penuh, walau tensi di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya mereda.
Namun, angin segar tersebut masih dihantui oleh ketidakpastian. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi memberikan pernyataan bahwa belum ada perkembangan yang signifikan dalam rangkaian perundingan yang tengah berjalan.
Kondisi geopolitik semakin pelik setelah kelompok Hezbollah menolak draf gencatan senjata dengan Israel yang dimediasi oleh pihak Amerika Serikat. Hal ini memaksa para pelaku pasar untuk tetap mengambil langkah waspada.
Dampak dari konflik geopolitik yang berlarut-larut serta hambatan logistik di Selat Hormuz turut melambungkan harga minyak dunia. Situasi tersebut memicu kecemasan akan lonjakan inflasi yang dapat mendesak bank sentral menahan suku bunga tinggi.
Selain emas, pergerakan juga terjadi pada komoditas perak yang kini bertengger di level 72,865 dollar AS per ons. Nilai perak melemah sebesar 1,32 persen dalam sehari serta turun 5,62 persen dalam sebulan, tetapi melonjak 102,80 persen dibanding periode tahun lalu.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·