Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Menembus Rp80 Ribu

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Lonjakan harga melanda sejumlah komoditas hortikultura di wilayah DKI Jakarta pada pekan kedua Mei 2026 akibat penurunan pasokan dari daerah produsen. Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang harganya kini melewati angka Rp80 ribu per kilogram.

Berdasarkan data yang dilansir dari Detikcom, kenaikan harga ini dipicu oleh faktor cuaca buruk dan peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan. Pemerintah melalui dinas terkait memantau pergerakan harga pangan strategis ini secara berkala.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok menjelaskan bahwa pemantauan intensif terus dilakukan terhadap pergerakan komoditas utama.

"Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta sesuai dengan tugas dan fungsinya melakukan pemantauan rutin untuk komoditas pangan strategis. Komoditas hortikultura yang masuk ke dalam jenis pangan strategis adalah cabai dan bawang," kata Hasudungan dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Data pemantauan menunjukkan cabai rawit merah melonjak 12,12 persen atau sebesar Rp8.689, sehingga harganya berubah dari Rp71.664 menjadi Rp80.354 per kilogram. Komoditas lain seperti cabai merah keriting juga naik 5,61 persen menjadi Rp55.103 per kilogram, dan bawang merah meningkat 3,96 persen menjadi Rp54.697 per kilogram. Sementara itu, cabai merah TW naik 3,84 persen menjadi Rp62.375 per kilogram, serta cabai rawit hijau meningkat 3,05 persen menjadi Rp59.939 per kilogram.

Hasudungan mengungkapkan bahwa faktor cuaca ekstrem di wilayah hulu menjadi penyebab utama terganggunya pasokan hortikultura ke ibu kota.

"Kenaikan harga komoditas hortikultura tersebut disebabkan kondisi curah hujan yang masih tinggi di daerah produsen mengakibatkan penurunan produksi akibat penurunan kualitas dan meningkatnya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)," ujar Hasudungan, Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta.

Selain masalah gangguan produksi di tingkat petani, lonjakan harga dipengaruhi oleh siklus musiman menjelang perayaan hari raya dalam waktu dekat.

"Menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha terjadi peningkatan permintaan pasar sehingga menyebabkan kenaikan harga komoditas cabai dan bawang," kata Hasudungan, Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas KPKP DKI Jakarta saat ini mengintensifkan pengawasan pergerakan harga pasar, baik melalui peninjauan langsung secara fisik maupun pemanfaatan aplikasi Informasi Harga Pangan Jakarta (IPJ).