Guru Besar IPB Ungkap Kriteria Susu Berkualitas dan Aman

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Kualitas susu tidak hanya ditentukan saat proses pengolahan di pabrik, tetapi juga dimulai dari peternakan. Mulai dari kesehatan sapi, kualitas pakan, hingga kebersihan lingkungan kandang menjadi faktor penting dalam menghasilkan susu yang aman dan berkualitas tinggi.

Hal tersebut disampaikan Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu Fakultas Peternakan IPB, Prof Dr Ir Epi Taufik, dalam talkshow bertajuk 'Kebaikan Susu untuk Temani Langkahmu, Kini dan Nanti' yang digelar oleh PT Frisian Flag Indonesia (FFI).

Digelar di Atrium Bintaro Xchange Mall (BXC) 2, Tangerang Selatan, talkshow ini merupakan salah satu rangkaian acara 'Frisian Flag, Temani Langkahmu, Kini dan Nanti'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Prof Epi, proses menghasilkan susu berkualitas dimulai dari sapi perah yang sehat dan terawat dengan baik. Rumput yang dikonsumsi sapi akan diolah secara alami menjadi susu, kemudian dikumpulkan oleh peternak sebelum dikirim ke pabrik untuk diproses menjadi berbagai produk susu.

"Agar susu berkualitas, bersih, dan higienis, diperlukan standar yang ketat. Kualitas susu sangat bergantung pada praktik peternakan, mulai dari kesehatan sapi, kecukupan pakan, hingga kebersihan lingkungan kandang," ujar Prof Epi, dalam acara 'Frisian Flag, Temani Langkahmu, Kini dan Nanti', Minggu (31/5/2026).

"Dengan begitu, susu yang dihasilkan memiliki nilai gizi tinggi, jumlah bakteri rendah, dan aman untuk dikonsumsi," sambungnya.

Prof Epi menjelaskan kualitas susu harus dijaga sepanjang rantai produksi, mulai dari peternakan hingga sampai ke tangan konsumen. Konsep tersebut dikenal sebagai 'from the grass to the glass'.

"Kalau di peternakannya susunya kotor, lingkungannya kotor, peternaknya tidak memperhatikan higiene dan sanitasi, pasti susunya jelek. Dan pasti tidak oleh FFI itu," kata Prof Epi.

"Karena ini kan untuk minuman kita semua, gak mungkin sembarangan ya," tambahnya.

Prof Epi juga mengapresiasi komitmen FFI yang tidak hanya membeli susu dari peternak, tetapi turut memberikan pendampingan dan pembinaan agar kualitas susu yang dihasilkan semakin baik.

"Nah itulah kenapa FFI kemudian juga, karena ini berarti kan simbiosis mutualisme ya, FFI juga membutuhkan susu yang berkualitas tinggi, peternak membutuhkan pasar yang membeli, maka saya tahu persis," jelas Prof Epi.

"Dan saya kira itu juga poin bagus ya, bahwa FFI melibatkan akademisi, melibatkan kualitas dalam membina teman-teman kita ini. Supaya produknya, susunya, itu yang dihasilkan berkualitas tinggi dan aman," imbuhnya.

Menurut Prof Epi, FFI juga melibatkan akademisi dalam berbagai program pengembangan peternak. Bahkan, sejumlah peternak mendapat kesempatan mengikuti pelatihan langsung di Belanda melalui program Young Progressive Farmer Academy (YPFA) untuk mempelajari praktik peternakan sapi perah modern.

"Ada peternak yang diberangkatkan ke Belanda untuk melihat langsung bagaimana peternakan di sana menghasilkan susu berkualitas. Ini menunjukkan komitmen FFI dalam membina peternak agar terus berkembang dan menghasilkan susu dengan standar tinggi," kata Prof Epi.

Komitmen FFI Dukung Peternak Lokal

Rayakan Hari Susu Sedunia, Frisian Flag Hadirkan Talkshow InspiratifFoto: Hana Nushratu Uzma/detikcom

Marketing Director FFI Intan Ayu Kartika mengatakan susu merupakan salah satu bentuk investasi kesehatan jangka panjang karena mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.

"Susu mengandung nutrisi makro dan mikro seperti protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang berperan mendukung perkembangan otak, menjaga daya tahan tubuh, serta membantu tubuh tetap kuat dan aktif di setiap tahapan kehidupan," ujar Intan.

Hadir selama lebih dari 100 tahun, Frisian Flag terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap anggota keluarga, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Selain itu, FFI juga bekerja sama dengan lebih dari 30 ribu peternak sapi perah lokal yang setiap hari memasok ratusan ton susu segar ke pabrik FFI di Cikarang, Jawa Barat (Jabar). FFI melalui program YPFA juga berupaya untuk mencari peternak muda yang berpikiran progresif.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan peternakan sapi perah yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan mereka tapi juga berkelanjutan atau ramah lingkungan, sejalan dengan upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan selaras dengan lingkungan.

Salah satu peserta YPFA yang merupakan perwakilan peternak sapi perah lokal perempuan Rumini, membagikan pengalamannya saat mengikuti program intensif selama dua minggu di Belanda.

Menurut Rumini, pengalaman tersebut memberikan banyak wawasan baru terkait pengelolaan peternakan modern, mulai dari manajemen kandang hingga pengelolaan ternak yang lebih efektif.

"Kami belajar banyak dari sistem peternakan di Belanda. Beberapa praktik yang kami pelajari dapat diterapkan di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pengelolaan peternakan dan produksi susu," ungkap Rumini.

Rumini pun menyampaikan apresiasinya kepada FFI yang secara konsisten memberikan edukasi dan pendampingan kepada para peternak lokal.

"Saya terima kasih banyak atas bimbingannya dari Frisian Flag, sehingga para peternak itu terus belajar dan berkembang. Melalui edukasi, pendampingan, kita dapat merasakan ya," jelas Rumini.

Talkshow 'Kebaikan Susu untuk Temani Langkahmu, Kini dan Nanti' menjadi bagian dari rangkaian acara 'Frisian Flag, Temani Langkahmu, Kini dan Nanti' yang berlangsung pada 29-31 Mei 2026 di Atrium BXC 2, Tangsel.

Selain menghadirkan sesi talkshow bersama Guru Besar IPB, hari ketiga juga menghadirkan talkshow bersama influencer Shabira Alula dan mom. Hari terakhir diramaikan oleh berbagai penampilan, baik dari ibu maupun Si Kecil.

Dari anak-anak, mereka menampilkan Tari Bajul Ijo dan Tari Janger Bali. Sementara, di hari ketiga, acara ini mengajak para ibu berekspresi melalui dance performance. Dilanjutkan dengan penampilan dari Quinn Salman.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penampilan modern dance, choir, serta music performance dari Mydoremi Musical Studio. Setelah Bintaro, acara 'Frisian Flag, Temani Langkahmu, Kini dan Nanti' juga akan hadir di Tunjungan Plaza, Surabaya, pada 19-21 Juni 2026.

(akd/ega)