Gubernur Sumut tegur PLN atas dampak pemadaman listrik bergilir

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Medan, Sumut (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menegur jajaran manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumut atas dampak pemadaman listrik bergilir serta diminta bertanggung jawab karena merugikan masyarakat Sumut.

"Masyarakat sudah mengeluh. Mereka merugi akibat pemadaman bergilir ini, terutama pengusaha kecil yang mengandalkan listrik," ucap Bobby saat meninjau Kantor PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara di Medan, Sumut, Senin.

Gubernur menyampaikan keluhan atas pemadaman listrik bergilir terjadi dalam beberapa hari terakhir ini dari berbagai daerah di tingkat kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Selain itu, para pelanggan juga tidak memperoleh informasi mengenai jadwal dan wilayah terdampak, sehingga PLN dinilai tidak memberikan waktu bagi masyarakat Sumut untuk melakukan persiapan.

"Masalahnya, kita enggak tahu bagaimana pemadaman listrik berlangsung. Masyarakat tidak diberitahu dengan jelas, sehingga tidak ada persiapan. Itu, berulang setiap hari," jelas Bobby.

Ia mengatakan kondisi pemadaman listrik bergilir ini akibat kerusakan belasan tower transmisi listrik karena cuaca ekstrem seharusnya diikuti dengan penyampaian informasi transparan.

"Sampaikan ke kami (pemerintah), mana yang bisa kami bantu. PLN bisa juga sampaikan ke kepala daerah (bupati/wali kota, red) agar mereka juga tahu, dan membantu sosialisasinya kepada masyarakat. Jadi, jangan seperti ini, terus beralasan," tegas Bobby.

Atas kondisi tersebut, Gubernur meminta PLN agar memberikan kompensasi kepada seluruh pelanggan yang terdampak di wilayah Sumatera Utara.

Kompensasi itu tidak harus uang tunai, tetapi keringanan tagihan listrik maupun diskon pembelian token bagi pelanggan prabayar sesuai ketentuan yang berlaku.

"Seberapa nanti besaran kompensasi yang diberikan, itu kita minta kepada PLN untuk menentukan. Tetapi, yang jelas penekanan kita ke situ, harus ada kompensasi," papar Bobby.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa selama ini bagi para pelanggan yang terlambat membayar tagihan listrik PLN setiap bulan, maka langsung diberlakukan sanksi.

"Terlambat membayar sedikit saja, langsung ada sanksi pemutusan hingga pencopotan meteran. Kita tunggu dua sampai tiga hari ke depan untuk proses perbaikannya," tutur Bobby.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumut Mundakhir Salman menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Sumut Bobby Nasution dan masyarakat Sumut atas gangguan pelayanan ini.

Menurutnya, PLN hingga kini terus melakukan percepatan perbaikan terhadap 12 tower saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang mengalami kerusakan.

"Usulan kompensasi bagi pelanggan, kami akan teruskan ke Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) mengingat kewenangan penetapan kompensasi di pemerintah pusat," kata Mundakhir.

Baca juga: PLN Sumut : 11 Tower emergency percepat pemulihan sistem kelistrikan

Baca juga: PLN selesaikan fondasi tower emergency untuk pemulihan listrik Sumut

Baca juga: Gubernur Sumut minta blackout listrik di Sumatera tak terulang lagi

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.