Graham Potter Bela Viktor Gyokeres dan Alexander Isak dari Kritik

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Pelatih tim nasional Swedia Graham Potter memberikan pembelaan terbuka terhadap dua penyerang andalannya, Viktor Gyokeres dan Alexander Isak, di tengah sorotan kritik publik menjelang persiapan kompetisi Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Langkah ini diambil Potter setelah Gyokeres tetap menuai kritik pengamat meski sukses membawa Arsenal menjuarai Liga Premier, sedangkan Isak mengalami musim perdana yang sulit di Liverpool akibat cedera patah tulang kaki sejak Desember lalu.

Potter menyatakan keterkejutannya atas berbagai kritik yang diarahkan kepada Gyokeres, seraya menonjolkan dampak besar sang pemain yang telah mengemas 20 gol untuk Swedia dan membantu tim lolos melalui babak play-off melawan Polandia.

"Dia mencetak empat gol dalam dua pertandingan, membawa kami ke Piala Dunia, jadi dampaknya luar biasa," kata Graham Potter, Pelatih Timnas Swedia seperti dikutip The Athletic.

Mantan pelatih Chelsea tersebut mengapresiasi kontribusi besar Gyokeres dalam membawa klubnya bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa sepanjang musim ini, termasuk mencetak 21 gol pada musim perdana bersama Arsenal setelah ditransfer dari Sporting CP.

"Dari sudut pandang Arsenal, dia telah menjalankan perannya, mencetak gol-golnya, dan tim telah memenangkan Liga Premier serta mencapai final Liga Champions," ujar Graham Potter, Pelatih Timnas Swedia.

Potter menilai proses transisi sang pemain dari kompetisi Portugal menuju intensitas tinggi di Liga Inggris membutuhkan waktu adaptasi yang tidak mudah oleh publik sepak bola modern saat ini.

"He has played most of the games, but he still gets criticism. That’s just the world we’re in, but then you look at him, how much work he does, how he goes about his business, and he’s an incredible character," tambah Graham Potter, Pelatih Timnas Swedia.

Selain memberikan pembelaan kepada Gyokeres, Potter juga menyoroti situasi Alexander Isak yang hanya mencetak empat gol dari 22 penampilan bersama Liverpool setelah memecahkan rekor transfer Inggris senilai 125 juta poundsterling dari Newcastle United.

"I think it’s fair to say it probably hasn’t gone as well as he would have liked - and anybody would have liked - but sometimes these things happen," papar Graham Potter, Pelatih Timnas Swedia.

Potter menilai penurunan performa Isak dipengaruhi oleh proses adaptasi taktik baru dan perubahan masif di internal Liverpool, termasuk setelah adanya keputusan pemecatan manajer Arne Slot oleh manajemen The Reds.

"We sometimes assume that when you sign a player, it’s automatically going to improve everything. We know what Alex did for Newcastle, but how does he adapt to what Liverpool want him to do? The player doesn’t change. His quality doesn’t change. It’s just how they interact as a team," ulas Graham Potter, Pelatih Timnas Swedia.

Ekspektasi tinggi dari publik dan media di klub raksasa dinilai Potter sering kali melahirkan tekanan besar yang memicu permasalahan jika tidak mampu dikelola dengan baik oleh para pemain.

"Unfortunately, sometimes, at the big clubs, the big change means big pressure and expectation; and then expectation versus reality, and as soon as that gap starts to become too big, you can have problems," tegas Graham Potter, Pelatih Timnas Swedia.

Potter menjamin komitmen penuh dari mantan penyerang Real Sociedad tersebut untuk segera bangkit dari situasi sulit dan berkontribusi penuh bagi tim nasional di turnamen internasional.

"The injuries have been disappointing for him, but he’s a great, great lad, he wants to play and wants to help his team," urai Graham Potter, Pelatih Timnas Swedia.

Pelatih berusia 51 tahun tersebut kembali menegaskan bahwa kualitas personal maupun kemampuan teknis dari Isak sama sekali tidak perlu diragukan dari sudut pandang jajaran tim pelatih Swedia.

"Your career can go up and down, but the quality of the person and the quality of the player is undeniable from our perspective," pungkas Graham Potter, Pelatih Timnas Swedia.

Potter kemudian memaparkan rencana strategisnya untuk menyatukan Gyokeres dengan Isak di lini depan tim nasional demi mendongkrak performa tim secara keseluruhan, mengingat kedua pemain memiliki karakteristik yang berbeda.

"I think they’re different in their styles, which I think is good for us because then you can hopefully use them in a good way," kata Graham Potter, Pelatih Timnas Swedia.

Kerja sama taktis antara kedua penyerang bintang tersebut diharapkan menjadi senjata utama Swedia, meskipun keduanya tercatat belum pernah bermain bersama selama masa kepemimpinan Potter.

"The honest truth is that we haven’t played with them together yet in my time so that’s going to be exciting, to be able to develop that," kata Graham Potter, Pelatih Timnas Swedia.

Potter menyadari bahwa menyatukan dua penyerang besar membutuhkan strategi yang tepat agar seluruh kelebihan individu mereka dapat menopang kebutuhan kolektif tim nasional di ajang bergengsi.

"Clearly, they are top players and top lads who are desperate to do well for the national team. The job is how we can use their attributes and qualities in the best way for us. Because if we can get them enjoying their football and if we can get them firing, they are top players," ujar Graham Potter, Pelatih Timnas Swedia.

Di sisi lain, Alexander Isak memberikan tanggapannya mengenai gejolak internal di Liverpool pascapemecatan manajer Arne Slot, di mana statistiknya sempat menurun drastis dengan catatan tembakan per pertandingan yang merosot menjadi 1,2.

"I've kind of disconnected from Liverpool now that I'm here [with Sweden]. It's always sad when a coach has to leave," ujar Alexander Isak, Penyerang Timnas Swedia.

Penyerang berusia 26 tahun tersebut menambahkan bahwa pergantian manajer merupakan hal yang lumrah terjadi di dalam dunia sepak bola profesional ketika performa sebuah tim dinilai menurun.

"That's usually the first position to change when things go badly," kata Alexander Isak, Penyerang Timnas Swedia.

Isak mengaku memilih untuk memfokuskan seluruh energinya bersama tim nasional Swedia dan mendoakan yang terbaik untuk masa depan mantan pelatihnya tersebut.

"But as I said, I don't know much about what has happened or will happen. I wish him all the best," tutur Alexander Isak, Penyerang Timnas Swedia.

Tim nasional Swedia dijadwalkan akan memulai pertandingan pembuka mereka di kompetisi Piala Dunia melawan Tunisia sebelum menghadapi Belanda dan Jepang di babak penyisihan Grup F.