Gibran Rakabuming Raka Salat Idul Adha 1447 H di Masjid Istiqlal

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melaksanakan ibadah salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Rabu (27/5/2026). Gibran hadir didampingi oleh putranya, Jan Ethes Srinarendra, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Berdasarkan laporan detikcom, Gibran tiba di lokasi pada pukul 06.55 WIB dengan mengenakan baju putih dan celana panjang hitam yang senada dengan putranya. Wapres langsung menempati barisan saf paling depan bersama para pejabat negara yang telah hadir terlebih dahulu.

Sejumlah pejabat yang mendampingi Wapres antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Pratikno, Mensos Saifullah Yusuf, Menag Nasaruddin Umar, dan Ketua DPD RI Sultan Najamuddin. Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, serta perwakilan negara sahabat juga turut hadir.

Rangkaian salat Idul Adha tingkat kenegaraan ini dimulai pukul 07.00 WIB dan terbuka untuk umum. Bertindak sebagai imam adalah Ahmad Anshoruddin Ibrahim, sedangkan khutbah disampaikan oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, dengan tema "Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan".

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto semula dijadwalkan hadir, namun harus melakukan kunjungan kenegaraan mendadak ke Prancis. Kawasan masjid sendiri telah disterilkan oleh Paspampres sejak pukul 00.00 WIB demi keamanan.

"Kami mengimbau kepada calon jemaah Idul Adha Masjid Istiqlal untuk datang lebih awal. Karena insyaallah jam 06.45 itu sudah rangkaian akan dimulai," kata Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal dalam konferensi pers hari Senin (25/5), seperti dilansir kumparan.com.

Nasaruddin menambahkan bahwa gerbang masjid dibuka sejak pukul 03.30 WIB agar jemaah bisa melaksanakan salat subuh di lokasi. Ribuan jemaah dilaporkan telah memadati kawasan Istiqlal sejak dini hari untuk mengantisipasi kemacetan.

"Tetapi yang jelas bahwa Wapres dan pimpinan tinggi lembaga-lembaga negara kita tetap akan dijadwalkan melaksanakan rangkaian ibadah Iduladha-nya di Masjid Istiqlal," kata Nasaruddin saat meninjau kesiapan di Istiqlal, Selasa (26/5), dilansir dari cnnindonesia.com.

Pihak pengelola memastikan seluruh sarana dan prasarana siap menampung jemaah yang datang dari berbagai wilayah. Nasaruddin juga kembali mengingatkan pentingnya datang lebih awal demi kelancaran ibadah bersama.

"Paspampres juga kita sudah. Istiqlal itu mulai steril jam 12 malam ya, jam 12 malam sudah nggak bisa ada tamu lagi di Istiqlal," ucap Nasaruddin dalam pemantauan tersebut.

Masyarakat umum mulai diizinkan masuk ke dalam area utama masjid setelah proses sterilisasi selesai. Pengaturan jalur masuk dilakukan secara ketat demi kenyamanan seluruh jemaah.

"Jam 4.00 itu sudah bisa datang dan saya mengimbau kepada seluruh calon jemaah datang lebih awal karena itu kan biasanya Iduladha itu macet," ujar Nasaruddin memberikan imbauan tambahan.

Terkait pengelolaan kurban, Masjid Istiqlal pada tahun ini mengubah skema pembagian daging. Pihak pengelola tidak lagi membagikan daging kurban secara langsung di lokasi kepada masyarakat untuk menjaga ketertiban.

“Mohon maaf kepada masyarakat luas, di Istiqlal tidak lagi membagi-bagikan hewan kurban seperti tahun-tahun lalu, beberapa tahun yang lalu ya, karena sistem pengantrean itu susah untuk dikontrol,” ucap Nasaruddin di Jakarta, Selasa (26/5/2026), seperti dilaporkan jurnalis Kompas TV.

Sebagai gantinya, pengurus Masjid Istiqlal menyalurkan daging kurban melalui lembaga mitra seperti perguruan tinggi, majelis taklim, panti asuhan, komunitas jemaah pengajian, dan masjid binaan. Metode ini dinilai jauh lebih efisien, efektif, dan tepat sasaran.

“Nah kita memilih cara yang paling efisien, efektif, supaya nanti yang betul-betul berhak untuk mendapatkan daging hewan kurban kemudian akan diberikan," ujarnya menjelaskan mekanisme distribusi baru.

Proses penyembelihan dan pengulitan seluruh hewan kurban tetap dilaksanakan sepenuhnya di area komparasi Masjid Istiqlal. Setelah seluruh proses selesai, petugas akan langsung mengantarkan daging tersebut ke lembaga-lembaga penerima yang telah terdata.

“Setelah disembelih di sini kemudian juga dikuliti, nah kita serahkan, kita antarkan dan mereka juga nanti akan dibacakan dan diminta untuk mendoakan, semoga semua para penyumbang itu diberikan rezeki yang halalan thayyibah dan mubarak.” kata Nasaruddin mengakhiri penjelasannya.