FIFA Sanksi Persib Bandung Larangan Pendaftaran Pemain Baru

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Klub sepak bola Persib Bandung dijatuhi sanksi oleh federasi sepak bola internasional (FIFA) berupa larangan pendaftaran pemain baru untuk tim putra senior maupun kelompok usia sejak Jumat (29/5/2026).

Dilansir dari detik.com pada Sabtu (30/5/2026), hukuman yang diumumkan melalui laman resmi FIFA Registration Bans tersebut berlaku tanpa batas waktu yang ditentukan atau hingga sanksi tersebut dicabut.

Hukuman ini menjadi tantangan berat bagi Maung Bandung yang baru saja meraih tiga kali juara beruntun di kompetisi domestik, serta bersiap tampil di AFC Champions League (ACL) 2 2026/2027.

Akibat sanksi ini, Persib harus menggunakan skuad musim lalu untuk kompetisi mendatang, di tengah rumor kepindahan beberapa pemain seperti Federico Barba, Patricio Matricardi, Sergio Castel, dan Robi Darwis.

Sebelumnya, manajemen Persib sempat berselisih dengan mantan pelatihnya, Luis Milla, terkait dugaan pelanggaran kontrak hingga perkara tersebut bergulir ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

"Pengadilan Arbitrase Olahraga memutuskan bahwa, banding yang diajukan oleh PT Persib Bandung Bermartabat pada tanggal 16 April 2024 terhadap keputusan yang dikeluarkan oleh Kamar Status Pemain Pengadilan Sepak Bola FIFA yang dikeluarkan pada tanggal 20 Februari 2024 ditolak," demikian bunyi putusan CAS yang dikeluarkan pada 20 Desember 2024.

Melalui putusan tersebut, CAS menolak gugatan manajemen Persib dan menyatakan bahwa Luis Milla tidak melanggar perjanjian kerja saat mundur secara mendadak di awal musim 2023/2024.

"Dengan demikian, gaji yang masih harus dibayarkan kepada pelatih (Luis Milla) hingga 14 Juli 2023 harus diberikan kepadanya, sebagaimana diputuskan oleh FIFA PSC. Oleh karena itu, pelatih berhak menerima jumlah berikut: EUR 18.064,51 sebagai remunerasi yang belum dibayar ditambah bunga 5% per tahun mulai 1 Agustus 2023 sampai dengan tanggal pembayaran efektif," tegas putusan CAS.

Selain kasus Luis Milla yang mengharuskan Persib membayar sekitar Rp300 juta, klub ini juga pernah dituntut oleh mantan bek kirinya, Daisuke Sato, ke FIFA dengan konsekuensi pembayaran lebih dari Rp3 miliar.

Hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab utama sanksi FIFA tersebut, dan pihak manajemen Persib Bandung belum memberikan keterangan resmi terkait hukuman ini.

Sementara itu, kondisi berbeda dialami oleh PSM Makassar yang dilaporkan sulsel.idntimes.com telah resmi terbebas dari sanksi larangan transfer FIFA yang sempat membayangi selama tiga bulan terakhir.

Tim berjuluk Juku Eja tersebut dinyatakan lolos lisensi klub Asia 2025/2026 dengan status Granted tanpa sanksi setelah memenuhi aspek olahraga, infrastruktur, administrasi, legalitas, dan keuangan.

Pengumuman kelolosan lisensi untuk kompetisi tingkat Asia (AFC Champions League 2) tersebut dirilis oleh operator kompetisi, I.League, pada Rabu (13/5/2026).

"Club licensing merupakan bagian penting dalam meningkatkan standar profesionalisme klub sepak bola Indonesia, baik dari sisi sporting, infrastruktur, administrasi, legal, maupun finansial," ungkap Ketua Komite Club Licensing Essy Asiah.

PSM Makassar menjadi salah satu dari delapan klub kasta tertinggi yang mendapat status Granted bersih, bersama Persebaya Surabaya, Borneo FC Samarinda, Persita Tangerang, Dewa United, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.

"Club licensing bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang profesional, sehat, dan berkelanjutan," tutur Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra.