F5 resmi memperluas kemitraan strategis dengan Nvidia guna menghadirkan solusi infrastruktur AI yang lebih efisien bagi sektor enterprise. Kolaborasi ini berfokus pada optimalisasi inferensi AI agar perusahaan dapat menjalankan model cerdas dengan performa maksimal.
Integrasi terbaru ini menggabungkan platform F5 BIG-IP Next for Kubernetes dengan Nvidia BlueField-3 DPU (Data Processing Unit). Sinergi teknologi tersebut menciptakan lapisan infrastruktur pintar yang dirancang khusus untuk meminimalkan latensi pemrosesan AI, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Dalam ekosistem AI generatif, efisiensi bisnis kini sangat bergantung pada satuan keluaran yang disebut token. Keberhasilan operasional tidak lagi sekadar diukur dari jumlah kapasitas GPU, melainkan beralih pada aspek ekonomi token yang mencakup kecepatan dan biaya produksi.
Metrik utama dalam ekonomi token melibatkan Time to First Token (TTFT) serta potensi pendapatan yang dihasilkan dari setiap akselerator yang beroperasi. Hal ini menjadi krusial saat perusahaan mulai beralih dari fase eksperimen menuju tahap monetisasi AI.
"Infrastruktur AI bukan hanya tentang akses ke GPU atau peningkatan skala implementasinya. Ia telah berevolusi menjadi upaya memaksimalkan output ekonomi per akselerator," kata Chief Product Officer F5, Kunal Anand.
Kunal Anand menambahkan bahwa bersama Nvidia, F5 membantu fasilitas pengembangan AI atau AI factory untuk mengelola produksi token. Langkah ini memungkinkan biaya per token ditekan secara signifikan sehingga menjadi metrik bisnis yang lebih terukur.
Peningkatan Performa Tanpa Modifikasi Model
Berdasarkan pengujian yang divalidasi oleh The Tolly Group, kombinasi teknologi F5 dan Nvidia terbukti memberikan dampak signifikan pada performa sistem. Peningkatan ini mencakup lonjakan throughput token hingga mencapai angka 40 persen.
Selain itu, waktu kemunculan token pertama atau TTFT tercatat menjadi 61 persen lebih cepat. Integrasi ini juga berhasil memangkas latensi permintaan secara keseluruhan hingga 34 persen, yang merupakan peningkatan krusial bagi aplikasi real-time.
Kecepatan luar biasa ini dicapai dengan memindahkan beban kerja berat ke chip Nvidia BlueField-3 DPU. Tugas-tugas seperti manajemen jaringan, enkripsi TLS, hingga load balancing tidak lagi membebani prosesor utama.
Dengan pendelegasian tugas tersebut, GPU kini memiliki ruang komputasi yang sepenuhnya bebas untuk fokus pada tugas utamanya, yakni inferensi AI. Seluruh peningkatan ini dapat dinikmati tanpa perlu merombak model AI yang sudah berjalan sebelumnya.
"Infrastruktur komputasi Nvidia yang dipadukan dengan platform F5 membuka potensi 'tokenomics' AI factory, yakni menghadirkan inferensi yang skalabel dan hemat biaya tanpa perlu melakukan perubahan apa pun pada model," ujar SVP Networking Nvidia, Kevin Deierling.
Melalui solusi terintegrasi ini, perusahaan dan penyedia layanan cloud dapat mengelola infrastruktur GPU secara aman lintas unit bisnis. Keamanan data tetap terjaga tanpa mengorbankan performa sistem jaringan yang ada.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·