Pemerintah Indonesia diminta segera bersiap mengamankan pasokan energi nasional menyusul pecahnya kembali konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Selat Hormuz pada akhir Mei 2026.
Kewaspadaan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono yang menilai bahwa ketegangan terbaru di Timur Tengah tersebut dipicu oleh rapuhnya stabilitas di kawasan tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Dave Laksono menyoroti aksi saling balas serangan di Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan strategis dunia karena berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi global.
"Perkembangan terbaru di Timur Tengah, khususnya pecahnya kembali konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran setelah masa gencatan senjata, menegaskan betapa rapuhnya stabilitas kawasan tersebut," kata Dave saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).
Menurut Dave, ketegangan di jalur logistik vital tersebut dapat mengganggu kepentingan nasional Indonesia jika tidak diantisipasi sejak dini.
"Saling balas serangan, termasuk di jalur strategis Selat Hormuz, jelas menimbulkan dampak serius bagi keamanan global dan kelancaran perdagangan internasional, yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap kepentingan Indonesia," ucap Dave.
Dave menegaskan agar kedaulatan politik luar negeri Indonesia tetap dijaga di tengah ketidakpastian global ini.
"Komisi I DPR RI menegaskan bahwa Indonesia senantiasa berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif, dengan orientasi pada perdamaian dunia dan penghormatan terhadap hukum internasional. Dalam menghadapi ketidakpastian ini, pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif yang komprehensif, mulai dari perlindungan warga negara Indonesia di kawasan, pengamanan aset nasional, hingga penguatan kerja sama internasional untuk menjaga stabilitas pasokan energi dan jalur perdagangan," ujar Dave.
Sektor diplomasi dinilai menjadi instrumen utama yang harus digerakkan pemerintah guna mendorong redanya ketegangan kedua negara.
"Diplomasi yang intensif, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral, menjadi kunci untuk meredakan eskalasi dan mencegah meluasnya konflik. Indonesia memiliki rekam jejak sebagai negara yang mampu memainkan peran sebagai jembatan dialog, dan kami optimis kontribusi aktif Indonesia akan membantu membuka ruang bagi penyelesaian damai," tutur Dave.
Ketegangan ini kembali memuncak setelah militer AS meluncurkan serangan udara baru di wilayah Iran pada Kamis (28/5/2026) pagi demi melindungi pasukan mereka.
Pihak militer Iran langsung merespons tindakan tersebut dengan melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal-kapal yang melintas tanpa izin di Selat Hormuz.
"Empat kapal mencoba melewati Selat Hormuz dan memasuki Teluk Persia tanpa berkoordinasi dengan pasukan keamanan yang bertanggung jawab atas selat tersebut," demikian dilaporkan beberapa media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran dilansir CNN Internasional, Kamis, (28/5).
Tindakan tegas diambil oleh otoritas keamanan Iran demi menghalau kapal-kapal asing tersebut mendekati wilayah teritorial mereka.
"Mereka telah diperingatkan, dan setelah mengabaikan peringatan tersebut, tembakan peringatan dilepaskan ke arah mereka, memaksa mereka untuk berbalik arah," menurut laporan tersebut.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·