DKI gandeng kader dasawisma ajak warga pilah sampah dari rumah

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng kader dasawisma, pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK), juru pemantau jentik (jumantik), hingga posyandu untuk mengajak warga ibu kota memilah sampah dari sumber atau rumah.

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan para kader dasawisma hingga posyandu menjadi ujung tombak di lingkungannya masing-masing untuk memastikan pemilihan sampah menjadi sebuah kebiasaan.

"Para kader dasawisma, ada 76 ribu, harusnya tidak ada sejengkal pun area di Jakarta atau satupun anggota keluarga di Jakarta yang tidak terangkul," kata dia dalam "Sosialisasi Gerakan Pilah Sampah Dari Rumah" yang diadakan secara daring, Rabu.

Dwi menyampaikan, pemilahan sampah mulai dari rumah merupakan salah satu kunci keberhasilan pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan dalam lingkungan dan sesuai dengan konsep kota besar.

"Kesadaran memilah sampah hanya urusan kebersihan, tapi juga bagian dari membangun budaya supaya dari sekarang kita memang menyiapkan diri menjadi warga Jakarta yang insya Allah seperti semakin nyata posisinya di global," jelas dia.

Dwi kemudian meminta kader dasawisma hingga posyandu dapat mempraktekkan pemilahan sampah dari rumah dan meneruskannya kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Keluarga, Dinas PPAPP DKI Jakarta, Hary Sutanto optimistis bahwa dengan keterlibatan aktif dari seluruh masyarakat dan mitra kerja di lingkungan Dinas PPAPP, maka pemilihan dan pengelolaan sampah dari sumber yang diamanatkan Gubernur Jakarta Pramono Anung dapat tercapai secara optimal khususnya dari sektor rumah tangga.

"Harapannya, nantinya tidak hanya mengurangi volume sampah di Jakarta tetapi juga mendekatkan regulasi dan mensukseskan pengelolaan sampah secara masif dan berkesinambungan," kata dia.

Pemprov DKI Jakarta mengajak warga bergerak bersama memilah sampah dari rumah melalui deklarasi “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah” dalam rangkaian Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta Menuju 5 Abad di Koridor Jalan H.R. Rasuna Said, Pedestrian Pasar Festival, Jakarta Selatan, pada Minggu (10/5).

Pemilahan sampah dari sumber menjadi langkah penting untuk memperkuat pengelolaan sampah di Jakarta. Mayoritas timbulan sampah berasal dari rumah tangga, sementara hampir separuhnya merupakan sampah organik dan sebagian lainnya masih berpotensi didaur ulang.

“Melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa memilah sampah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bersama untuk menyelamatkan Jakarta dari darurat sampah,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi.

Baca juga: Pemilahan sampah di Jakarta dinilai perlu perubahan sistem menyeluruh

Baca juga: Pramono: Program pilah sampah kurangi beban di TPST Bantargebang

Baca juga: Minimnya sarana prasarana jadi kendala pilah sampah rumah tangga

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.