Data Pribadi Bisa Bocor karena Tergiur Hadiah Palsu

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

COMMUNICATION and Information System Security Research Center (CISSReC) menilai kesadaran masyarakat terhadap keamanan siber masih lemah. Chairman CISSReC Pratama Persadha mengajak masyarakat meningkatkan keamanan dan perlindungan data pribadi di ruang digital untuk mencegah kebocoran data yang mengancam aset.

“Banyak masyarakat yang masih tergiur dengan tawaran hadiah palsu, tautan mencurigakan, atau aplikasi yang meminta izin akses berlebihan,” kata Pratama melalui keterangan tertulis, Rabu, 27 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dia mengatakan peningkatan keamanan bisa dilakukan misalnya dengan memasang autentikasi dua faktor, mengganti password secara berkala, memverifikasi setiap pesan yang mengatasnamakan bank atau lembaga resmi.

Di sisi lain, menurut Pratama, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi Digital dan Badan Siber dan Sandi Negara bertanggung jawab membangun kesadaran masyarakat terhadap keamanan data pribadi. Ia mengatakan, pemerintah tidak bisa sekadar mengadakan seminar atau memfasilitasi buku saku untuk membangun kesadaran masyarakat. 

Pratama menilai, kesadaran tersebut harus dibangun dari hulu, dengan menggencarkan literasi keamanan siber. Dia juga mendesak negara menunjukkan pengorbanan yang nyata melalui percepatan pembentukan Badan Pelindungan Data Pribadi yang diamanatkan UU PDP. Selain itu, Pratama berharap ada percepatan penerbitan Peraturan Pemerintah sebagai turunan UU PDP. 

Dia juga mendorong percepatan pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber yang sudah masuk Prolegnas. “Tanpa pengorbanan struktural dan anggaran dari negara, masyarakat hanya akan terus menjadi korban, bukan pihak yang berkurban secara sadar,” tuturnya.