Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyambangi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada Selasa (19/5/2026) untuk berdiskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan Danantara mengenai langkah penguatan investor saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam.
Kunjungan ini menjadi pem pem pem yang kedua kalinya dilakukan oleh Dasco saat kondisi bursa sedang melemah, setelah sebelumnya sempat mendatangi BEI pada tahun 2025 lalu dengan agenda serupa.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, IHSG menutup perdagangan sesi pertama pada hari tersebut di level 6.396 atau mengalami koreksi mendalam sebesar 3,08 persen hingga menjadikannya sebagai indeks berkinerja terburuk di Asia.
"Kami tadi sudah banyak berdiskusi bagaimana kita meyakinkan untuk menguatkan investor global yang akan masuk di bursa," kata Dasco saat konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Pertemuan strategis tersebut difokuskan pada penyempurnaan regulasi demi menjamin keamanan modal dan menumbuhkan basis investor domestik.
"Kami juga banyak berdiskusi bagaimana kemudian investor retail yang ada terus tumbuh dan berkembang," kata Dasco.
Meskipun pasar saham sedang tertekan, Dasco menegaskan kondisi fundamental pasar modal Indonesia masih kokoh dan hasil rebalancing indeks MSCI tidak lagi membawa sentimen negatif.
"Mudah-mudahan kita akan melihat hasilnya, semua yang dilakukan atas kerja keras dan niat baik ini akan membuka hasil," ujar Dasco.
Selain Dasco, jajaran pejabat yang hadir meliputi Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, serta Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi.
Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat merosot hingga ke level terendah 6.376 dengan 611 saham berakhir di zona merah, serta mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp15,13 triliun dari 27,96 miliar saham yang diperdagangkan.
Sektor barang baku menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 7,26 persen, diikuti saham energi yang anjlok 6,47 persen dan saham transportasi yang melemah hingga 5,94 persen.
Pelemahan ini memicu kejatuhan sejumlah saham ke kelompok top losers, termasuk PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) sebesar 14,9 persen, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar 14,7 persen, dan PT Indika Energy Tbk (INDY) sebesar 14,6 persen.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·