Perkembangan teknologi komputasi kuantum masa depan memicu kekhawatiran besar terhadap keamanan data sensitif saat ini. Langkah antisipasi kini mulai disiapkan oleh raksasa teknologi Cisco demi melindungi infrastruktur digital perusahaan dari potensi serangan siber berbasis kuantum. Salah satu ancaman siber nyata yang menjadi sorotan utama adalah taktik bertajuk "harvest now, decrypt later" (curi sekarang, bongkar nanti).
Dilansir dari Detik iNET, pelaku kejahatan digital kini mengumpulkan data terenkripsi untuk didekripsi di masa mendatang. Untuk menghadapi risiko tersebut, Cisco memperkenalkan serangkaian inovasi infrastruktur teranyar dalam pergelaran Cisco Live. Langkah ini dirancang untuk mengubah ancaman siber masa depan menjadi rencana pertahanan komprehensif yang siap diimplementasikan sekarang.
Perlindungan keamanan data yang optimal harus diintegrasikan langsung sejak dari tingkat perangkat keras. Mulai kini, produk terbaru seperti router, switch, dan firewall untuk lingkungan kampus serta pusat data dilengkapi fitur secure boot khusus.
Fitur bawaan ini dirancang agar kebal dari risiko siber komputasi kuantum. Sistem keamanan canggih ini sebelumnya telah melewati uji coba dan sukses diterapkan pada jajaran produk smart switch milik mereka.
Pelaku industri dapat mengukur tingkat ketahanan keamanan data perusahaan dengan memanfaatkan fitur Quantum Ready Assessments. Layanan mutakhir ini dijadwalkan akan tersedia secara global melalui platform Cisco IQ pada Juli 2026.
Layanan tersebut berfungsi memetakan aset digital yang paling rentan terhadap taktik pencurian data siber. Selain mendeteksi kerawanan, fitur ini juga menyajikan panduan sistematis mengenai langkah awal pemulihan enkripsi data.
Target Proteksi Portofolio dan Kerangka Kerja Terstruktur
Komitmen jangka panjang Cisco ditargetkan terwujud pada Desember 2026 dengan mengamankan jalur komunikasi mayoritas portofolio produk inti. Proteksi ini mengandalkan sistem kriptografi pasca-kuantum (post-quantum cryptography) untuk melindungi lalu lintas data sensitif. Selain pembaruan produk, Cisco merilis panduan komprehensif bernama Quantum Resilience Framework sebagai pendekatan terstruktur bagi industri. Kerangka kerja tersebut berfokus pada pilar keamanan sistem komunikasi data serta kesiapan menyeluruh produk infrastruktur.
Seluruh lapisan ekosistem pertahanan teranyar ini akan dipantau secara langsung dan real-time menggunakan platform Cisco Cloud Control. Pusat komando keamanan terpadu tersebut berfungsi memitigasi segala bentuk risiko siber modern dengan efisiensi tinggi. "Cisco Cloud Control menjadi pusat komando bagi agentic AI: sebuah platform tempat tim Anda dan agen AI bekerja bersama dalam lingkungan yang sama, dengan informasi yang sama, sementara manusia tetap memegang kendali," kata Jeetu Patel, President dan Chief Product Officer Cisco, dalam keterangan yang diterima detikINET.
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·