Brantas Abipraya Pastikan Proyek Sekolah Rakyat Jatim 2 Rampung Juni 2026

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

PT Brantas Abipraya (Persero) mengambil langkah cepat dalam pembangunan Proyek Sekolah Rakyat Jatim 2. Inisiatif ini merupakan bagian penting dari dukungan terhadap agenda prioritas pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Proyek tersebut juga menjadi implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama Brantas Abipraya, Agung Fajarwanto, melakukan kunjungan langsung atau Management Walkthrough ke lokasi proyek pada Selasa (7/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Selain itu, Agung Fajarwanto juga memastikan kualitas pelaksanaan dan penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berlangsung optimal.

Agung Fajarwanto menyatakan bahwa Proyek Sekolah Rakyat memiliki makna lebih dari sekadar pembangunan fisik. “Proyek Sekolah Rakyat ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul Indonesia. Kami berkomitmen mengebut penyelesaikan proyek ini, tentunya dengan mengutamakan kualitas terbaik, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja,” ujarnya, dilansir dari Money.

Ia menambahkan, percepatan proyek ini adalah wujud kontribusi perusahaan dalam mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas. Pendidikan dinilai sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan ekstrem, sejalan dengan program Asta Cita yang fokus pada peningkatan kualitas SDM dan penguatan pembangunan daerah.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, sebelumnya menyampaikan harapan besar terhadap program Sekolah Rakyat. Program ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk menekan angka kemiskinan. Menurut Dody, pendidikan adalah cara paling efisien dalam mengurangi kemiskinan, yang pada akhirnya dapat mendorong pencapaian kemiskinan nol persen.

Sebagai informasi, Proyek Sekolah Rakyat Jatim 2 mulai dikerjakan pada Desember 2025 dan direncanakan rampung pada Juni 2026. Proyek ini dibangun di atas lahan seluas 58.100 meter persegi, dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang modern dan inklusif. Fasilitas yang tersedia mencakup gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama pelajar, hunian vertikal bagi guru, gedung serbaguna, kantin, dapur, lapangan mini soccer, lapangan upacara, serta bangunan utilitas mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).

Seluruh bangunan dirancang dua lantai untuk mengoptimalkan fungsi ruang dan efisiensi penggunaan lahan. Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto, bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Kebijakan ini menempatkan pendidikan sebagai fondasi intervensi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Peran Brantas Abipraya dalam Pembangunan Nasional

Brantas Abipraya telah terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah, termasuk Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara. Total ada tujuh titik pembangunan yang menjadi bagian dari target nasional sebanyak 200 unit Sekolah Rakyat yang akan dibangun secara bertahap.

Pembangunan ini mencakup jenjang SMP, SMA, hingga Sekolah Rakyat Terintegrasi. Keterlibatan Brantas Abipraya dalam proyek ini menegaskan perannya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi yang mendukung program strategis pemerintah.