Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan para petugas tim gabungan masih bersiaga untuk mengevakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, apabila sewaktu-waktu diperlukan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa meskipun tinggi muka air akibat banjir luapan sungai berkisar 20 hingga 60 centimeter, sejauh ini belum ada laporan mengenai warga yang mengungsi.
"Sampai hari ini tidak ada informasi warga yang mengungsi, petugas masih bersiaga untuk evakuasi warga jika diperlukan," kata dia.
Ia menjelaskan banjir tersebut melanda wilayah Kabupaten Pasuruan, Selasa (19/5), karena curah hujan yang tinggi mengakibatkan peningkatan debit air Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunglarangan dan Sungai Welang hingga meluap ke permukiman.
Berdasarkan data BNPB, terdapat empat wilayah kecamatan yang terdampak luapan air tersebut, meliputi Purwosari, Bangil, Pandaan, dan Pohjentrek.
Hasil kaji cepat sementara dari tim di lapangan tercatat 1.867 rumah warga serta satu fasilitas infrastruktur berupa jembatan terdampak genangan banjir tersebut.
Petugas gabungan, termasuk Tim Reaksi Cepat BPBD Pasuruan, juga dilaporkan terus memantau perkembangan debit air sungai dan kondisi cuaca di hulu secara berkala demi menjaga keselamatan warga setempat.
Baca juga: BNPB: Banjir Semarang akan ditangani secara menyeluruh
Baca juga: BPBD catat 10 desa di Cirebon terendam banjir akibat luapan sungai
Baca juga: BNPB: Banjir landa tiga provinsi akibat hujan deras 24 jam terakhir
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·