BMKG: Hingga Mei 2026 aktivitas gempa di Bengkulu tercatat 208 kali

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kota Bengkulu (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kepahiang mencatat sejak Januari hingga pertengahan Mei 2026 telah terjadi gempa di wilayah Provinsi Bengkulu sebanyak 208 kejadian.

"Untuk total sejak Januari 2026 sampai hari ini (Selasa, 19/5) ada 208 kejadian gempa bumi di wilayah Provinsi Bengkulu," kata Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Pertama Stasiun Geofisika Kepahiang, Bengkulu Marsellei Justia, di Kota Bengkulu, Selasa.

Ia mengemukakan gempa bumi dengan magnitudo tertinggi yaitu 5,7 terjadi pada 7 Maret 2026 di Kabupaten Mukomuko dan dirasakan di Kabupaten Bengkulu Utara, Silaut IV MMI, Kota Bengkulu, Kabupaten Kepahiang III MMI, Kabupaten Rejang Lebong, dan Kabupaten Lebong II MMI.

Baca juga: BMKG: Ada 80 kali gempa di Bengkulu sejak Januari 2026 hingga kini

Terkait dengan daerah rawan gempa secara umum daerah Bengkulu merupakan daerah yang rawan gempa bumi. Hal ini disebabkan letak Provinsi Bengkulu yang berbatasan langsung dengan zona subduksi aktif lempeng Indo-Australia dan Eurasia serta dilalui oleh beberapa segmen sesar.

Meskipun demikian, dia mengimbau seluruh masyarakat di Provinsi Bengkulu agar selalu waspada terhadap bahaya gempa bumi yang ada dan memahami langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi.

Menurut Marsellei, masyarakat juga agar selalu mempersiapkan diri untuk melakukan evakuasi apabila sewaktu-waktu merasakan gempa dan tidak terpancing dengan informasi atau isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga: BMKG: 484 kali gempa guncang Bengkulu hingga awal Desember 2025

Untuk kejadian gempa bumi di Provinsi Bengkulu didominasi gempa berkedalaman dangkal dengan rentang magnitudo 2,0 hingga 4,0.

Kemudian, untuk wilayah yang sering terjadi gempa bumi di Provinsi Bengkulu rata-rata berada di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.

Pewarta: Anggi Mayasari
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.