Moskow (ANTARA) - Qatar dan Pakistan mengatakan pihak-pihak yang terlibat dalam perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss sepakat membentuk Komite Tingkat Tinggi untuk mengawasi pelaksanaan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang telah ditandatangani.
"Berdasarkan MoU tersebut, pihak-pihak terkait telah sepakat membentuk Komite Tingkat Tinggi yang akan memberikan pengawasan politik terhadap upaya mediasi," menurut pernyataan bersama yang diterbitkan Kementerian Luar Negeri Qatar, seperti dikutip RIA Novosti, Senin (22/6).
Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa jalur komunikasi langsung telah dibentuk selama masa berlaku MoU tersebut guna mencegah insiden maupun kesalahpahaman.
Langkah itu bertujuan menjamin keselamatan pelayaran kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Komite tersebut dibentuk sebagai bagian dari implementasi MoU Islamabad yang dicapai AS dan Iran melalui mediasi Pakistan dan Qatar.
Berdasarkan kesepakatan itu, kedua pihak memiliki waktu 60 hari untuk merundingkan perjanjian final terkait program nuklir Iran, pencabutan sanksi AS, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta langkah-langkah penghentian konflik secara permanen.
Pada 18 Juni, kedua pihak menandatangani MoU tersebut secara elektronik pada setelah tercapainya kesepahaman 14 poin yang diumumkan pada 14 Juni.
Perundingan lanjutan berlangsung di Swiss dengan fokus pada aspek teknis dan implementasi kesepakatan.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Pezeshkian: Iran tak gentar pertahankan hak-haknya
Baca juga: Menlu Iran: Perundingan dengan AS capai kemajuan signifikan
Penerjemah: Katriana
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·