Ana dan Trias Samakan Kedudukan Indonesia Lawan Kanada di Piala Uber

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari berhasil menyamakan kedudukan Indonesia menjadi 1-1 saat menghadapi Kanada pada babak grup Piala Uber 2026 di Horsens. Kemenangan diraih setelah mereka menundukkan Jackie Dent dan Crystal Lai melalui pertandingan dua gim langsung dengan skor 23-21 dan 21-10.

Hasil ini menjadi titik balik penting bagi tim Indonesia setelah pada partai pembuka tunggal putri Putri Kusuma Wardani menelan kekalahan dari Michelle Li. Dilansir dari Medcom, Febriana dan Meilysa sempat mengalami tekanan pada awal laga sebelum akhirnya mendominasi permainan di set kedua.

Febriana Dwipuji Kusuma mengungkapkan bahwa dirinya dan rekan duetnya sempat kesulitan mengontrol ritme permainan pada gim pertama. Banyaknya kesalahan sendiri membuat perolehan poin menjadi sangat ketat sebelum jeda interval dan menjelang akhir set awal.

"Penampilan hari ini alhamdulillah kami bisa mengatasi keadaan. Di gim pertama ramai, seperti kurang banyak pukulan jadi banyak mati sendiri dan salah buangan. Gim kedua kami bisa membalikkan keadaan dengan coba untuk melawan dan itu berhasil," kata Ana.

Kondisi psikologis tim yang tertinggal pada pertandingan pertama turut memengaruhi ketenangan pemain di lapangan. Meilysa Trias Puspitasari mengakui adanya ketegangan saat memulai laga karena ambisi untuk meraih poin penyama kedudukan bagi Indonesia.

"Kami bermain terburu-buru dan tidak tenang di gim pertama. Saat masuk lapangan pasti tegang karena tim juga sedang tertinggal tapi kami mencoba melawan rasa itu," jelas Trias.

Pihak lawan dinilai memiliki kekuatan pukulan yang signifikan karena latar belakang salah satu pemainnya. Febriana mengamati bahwa serangan lawan cukup tajam, namun mereka memiliki kelemahan dalam ketahanan fisik saat diajak bermain dalam durasi lama.

"Pasangan Kanada punya tenaga yang cukup kencang, salah satunya juga pemain ganda campuran jadi smashnya lumayan berbahaya tapi kami bisa menemukan celah ketika diajak bermain rally mereka kurang tahan," beber Ana.

Dukungan dari rekan satu tim yang berada di pinggir lapangan menjadi faktor krusial saat pasangan ini tertinggal angka di gim pertama. Fokus pada perebutan poin demi poin menjadi kunci keberhasilan mereka dalam membalikkan situasi sulit tersebut.

"Ketika tertinggal jauh di gim pertama, tentunya dengan support teman-teman di belakang itu sangat membantu juga. Kami lebih ke fokus poin satu demi satu, karena itu belum selesai dan baru ketinggalan saja. Berusaha sekuat tenaga sebisa mungkin untuk mengejar dan membalikkan keadaan," papar Ana.