Influencer Amos Yee mengklaim aksi kekerasan yang menimpanya di luar konvensi anime Doujin Market, Suntec City Convention Centre, pada Sabtu (9/5), dipicu oleh sikap permusuhan dari penyelenggara acara. Insiden tersebut mengakibatkan seorang pemuda berusia 18 tahun ditangkap oleh pihak Kepolisian Singapura karena tuduhan menyebabkan gangguan publik.
Yee tetap hadir di lokasi meskipun pihak penyelenggara telah membatalkan tiketnya dan melarangnya masuk setelah menerima banyak laporan dari komunitas mengenai kehadirannya. Unggahan di media sosial X menunjukkan Yee berada di area luar konvensi pada pukul 12.43 waktu setempat sebelum terjadi perselisihan fisik sekitar pukul 13.50.
Video yang beredar di internet memperlihatkan seorang individu mengenakan kostum karakter Yuji Itadori dari serial Jujutsu Kaisen melakukan pemukulan dan tendangan berulang kali terhadap Yee. Saksi mata yang diwawancarai MS News menyatakan bahwa perselisihan terjadi di luar area utama karena Yee memang tidak diizinkan masuk ke dalam ruang acara.
Berdasarkan keterangan saksi tersebut, informasi di server Discord menyebutkan bahwa Yee diduga melakukan pemukulan terlebih dahulu sebelum pria lain tersebut membalasnya. Meski demikian, saksi itu memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak melihat secara langsung awal mula terjadinya perkelahian tersebut.
Amos Yee yang mengalami luka pada bagian bibir atas mengecam aksi kekerasan tersebut dalam pernyataannya. Ia menilai perlakuan yang diterimanya tidak adil dan menyalahkan narasi yang dibangun oleh pihak penyelenggara konvensi.
"Of course it’s unjust… I think it’s precisely why the organisers targeted and announced they were banning me," ujar Amos Yee.
Yee menambahkan bahwa pengumuman larangan hadir tersebut memberikan kontribusi besar terhadap rasa benci yang diarahkan kepadanya. Ia menegaskan tidak ada bukti bahwa dirinya akan melakukan bahaya fisik kepada siapa pun di acara tersebut.
"Of course it’s unjust, even with my offence in the US, it was just messages, there was absolutely no evidence that I would do any physical harm to anyone," tutur Amos Yee.
Ia bersikeras bahwa tindakannya di masa lalu tidak bisa dijadikan pembenaran atas serangan fisik yang dialaminya di depan publik.
"And I think it’s precisely why the organisers targeted and announced they were banning me, which contributed to the animosity towards me and this attack," ucap Amos Yee.
Kepolisian Singapura (SPF) mengonfirmasi telah menerima panggilan bantuan sekitar pukul 14.15 terkait insiden di pusat konvensi tersebut. Dalam pernyataannya, kepolisian merinci keterlibatan dua pria dalam perselisihan yang berakhir dengan penangkapan pelaku penyerangan.
"Upon arrival, officers established that a 27-year-old male subject was assaulted by a 18-year-old male subject," kata Kepolisian Singapura.
Penyelenggara Doujin Market 2026 sebelumnya telah menegaskan melalui platform X dan Discord bahwa mereka berupaya melarang Yee demi keamanan komunitas. Saat ini, Yee dilaporkan hanya mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·