Komikus manga asal Jepang, Masahiro Itosugi, mengaku kehilangan seluruh arsip digital dan karya miliknya setelah akun Google yang digunakan sehari-hari diblokir oleh AI Google.
Kasus ini dibagikan langsung oleh Itosugi lewat unggahan di akun X miliknya, seperti dikutip dari Tekno. Dalam posting tersebut, ia mengatakan akun Google-nya mendadak terkena suspend saat mengunggah data manga lama ke Google Drive.
"Ketika saya mengunggah data manga lama ke Drive, muncul peringatan. Permintaan peninjuan ulang saya juga ditolak, dan akun saya akhirnya benar-benar diblokir," tulis Itosugi.
Dampak dari penangguhan akun tersebut membuat Itosugi kehilangan akses ke berbagai layanan Google lain yang terhubung. Layanan yang terdampak mulai dari Gmail, YouTube, hingga seluruh penyimpanan cloud miliknya.
File yang diunggah Itosugi ke Drive sebenarnya merupakan draft manga pribadi miliknya sendiri. Namun, sistem moderasi AI Google diduga otomatis menandai file tersebut sebagai konten yang melanggar kebijakan platform.
Proses penandaan pelanggaran oleh sistem kecerdasan buatan tersebut terjadi tanpa adanya peringatan yang jelas. Akun Google milik komikus ini langsung ditangguhkan tidak lama setelah file digital itu terdeteksi oleh sistem.
Situasi ini memaksa Itosugi merelakan portfolio karya digital yang selama ini ia simpan di akun Google tersebut.
"Ini benar-benar merepotkan. Saya memakai akun Google itu untuk berbagai situs dan layanan," lanjut Itosugi.
Melalui unggahan di media sosial, Itosugi juga sempat mengingatkan pengguna lain agar lebih berhati-hati saat menyimpan file di layanan cloud manapun.
Kasus pemblokiran yang dialami Itosugi kembali memicu sorotan publik terhadap sistem moderasi otomatis berbasis AI milik Google di layanan cloud. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pengguna lain dilaporkan pernah mengalami masalah serupa.
Persoalan yang muncul bervariasi, mulai dari file yang mendadak hilang dan dihapus hingga akun pengguna yang diblokir secara otomatis oleh sistem. Kasus serupa juga menimpa penulis hingga pengembang aplikasi.
Pada 2024, penulis novel romansa K. Renee dikabarkan kehilangan akses ke 10 draft novel yang masih dalam proses penulisan. Sistem di Google Drive tiba-tiba menghapus karya yang memiliki total sekitar 220.000 kata tersebut.
Alasan penghapusan draf novel tersebut tidak dijelaskan secara rinci oleh pihak platform. Dugaan sementara mengarah pada sistem deteksi spam otomatis karena file tersebut dibagikan ke banyak pembaca awal dan beta reader.
Masalah lain terjadi pada akhir tahun 2025, ketika seorang pengembang aplikasi asal Yunani mengaku kehilangan seluruh isi drive digitalnya. Kehilangan total data itu terjadi setelah AI Gemini 3 Pro menghapus data secara otomatis.
Salah satu kasus paling kontroversial pernah terjadi pada tahun 2022. Saat itu, akun seorang ayah diblokir dari layanan Google setelah mengirim foto medis kondisi anak balitanya untuk keperluan pemeriksaan dokter.
Meskipun pihak kepolisian sudah menyatakan bahwa sang ayah tidak bersalah, Google disebut tetap menolak memulihkan akun tersebut.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·