Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC) dilaporkan menjual volume minyak mentah yang melimpah dari wilayah Teluk Persia kepada para pedagang dan penyuling di Asia pada akhir pekan yang berakhir 7 Juni 2026. Langkah ini merupakan tender pertama untuk jenis minyak tersebut sejak perang Iran dimulai, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz pada Senin (8/6/2026). Sedikitnya 14 juta barel minyak mentah Uni Emirat Arab, termasuk jenis Upper Zakum, Umm Lulu, dan Das, telah terjual melalui tender pertama tersebut.
Volume minyak mentah tersebut dijadwalkan untuk dimuat antara bulan Juni hingga Agustus 2026 mendatang.
Sebagian besar minyak yang telah terjual merupakan jenis Upper Zakum yang biasanya dimuat dari Pulau Zirku di Teluk Persia. Komoditas tersebut dapat diambil dari lokasi di luar Teluk Persia seperti Fujairah atau Sohar, sehingga tidak memerlukan transit melalui Selat Hormuz yang sedang diblokade.
Sejumlah kilang yang berbasis di negara-negara Asia seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan India menjadi pembeli utama kargo minyak mentah tersebut. Kargo minyak mentah Teluk tersebut sebagian besar diperdagangkan dengan premi beberapa dolar di atas patokan Dubai, bahkan terdapat satu pengiriman yang dijual dengan diskon sekitar US$1 per barel.
Pihak ADNOC sendiri belum segera memberikan tanggapan resmi terkait permintaan komentar mengenai transaksi tender minyak ini. Meskipun total volume penjualan saat ini masih jauh lebih rendah dibandingkan tingkat sebelum perang, Uni Emirat Arab secara bertahap terus meningkatkan aliran pasokan minyaknya. Data pelacakan kapal tanker Bloomberg menunjukkan aliran terlihat dari Uni Emirat Arab mencapai sekitar 2,6 juta barel per hari pada Mei 2026.
Peningkatan pasokan ke pasar global ini didukung oleh kapal tanker yang berhasil keluar dari Selat Hormuz serta pengangkutan minyak via pipa bawah tanah ke Fujairah.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·